Kamis, 26 Januari 2012

Tahukah Anda arti kata "Daring"

"Yang Membawa ke neraka adalah lidah", sebuah bait dari bait-bait yang diungkapkan Al-Ghazali ini memberikan kesan hebat. Dimana lidah lah peubah penentu seseorang masuk atau tidaknya ke neraka. Dimaknai lebih dalam penyebabnya adalah seseuatu yang dihasilkan lidah. "Kata". Ya betul, hanya lidah lah yang dapat mengeluarkan lafaz "Laa Ilaaha Illallahu Muhammadar rasulullah" (Tiada Ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah) atau tidaknya. Jelas senjata manusia paling hebat adalah lidah. dia menentukan organ terpenting otak dan nurani bekerja. baik atau buruk.

Terbesit dalam benak suatu sejarah yang besar terbentuk dari kata-kata yang besar dan mendalam. Tingginya suatu peradaban bahkan dapat dilihat dari seni sastra yang tercipta. untuk bangsaku Indonesia masih banyak jalan yang ditempuh untuk mencapai ketinggian sastra itu. bukan parsial etnis tertentu, tetapi kesatuan bangsa yang utuh.

Kamis, 19 Januari 2012

Keutamaan berdoa

diterima dari Salman Al-farisi, Rasulullah saw bersabda:
"Tidak dapat menolak qodho kecuali doa, dan tidak bisa menambah umur kecuali kebaikan."

Sabtu, 14 Januari 2012

Apakah Ikhwan Mengultuskan Imam Hasan Al-Banna?


Apakah Ikhwan Mengultuskan Imam Hasan Al-Banna?
            Gambaran umum dalam sebuah jamaah tidak lepas dari ketokohannya. Tokoh pemimpin maupun pendirinya. Terkadang pemimpin jauh lebih termasyur  dibandingkan tokoh pendirinya, dan terkadang sebaliknya. Hal ini lumrah dan dapat diterima semua khalayak yang memahami organisasi. Namun dalam jamaah muslimin, tentu saja hal ini cukup mendapat perhatian.
            Sejatinya jamaah muslimin pada saat ini tidak ada, namun yang ada adalah jamaah minal muslimin (bagian dari umat muslim). Meskipun demikian bukan berarti umat Islam terpecah, karena diriwayatkan dalam hadits Imam Muslim bahwa hal ini merupakan suatu ketetapan-Nya bagi manusia dan menjadikan nikmat yang luar biasa terkandung di dalamnya. Tidak terkecuali tanggapan tokoh pendiri Ikhwanul Muslimin, Hasan Al-Banna.

Kamis, 12 Januari 2012

Koridor-koridor busway (Transjakarta)

wah dapat email bagus dari teman nih, moga bermanfat.

Koridor dan Rute Transjakarta

Koridor 1 (Blok M – Kota)
Koridor 1 melayani rute dari Terminal Blok M sampai depan Stasiun Kota. Jalan-jalan yang dilalui koridor 1 adalah: Sultan Hasanuddin, Trunojoyo, Sisingamangaraja, Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat, Majapahit, Gajah Mada/Hayam Wuruk, Pintu Besar Selatan, lalu berputar di depan Stasiun Kota untuk kembali ke Blok M.
Halte-halte yang dilalui koridor 1:
·         Blok M
·         Masjid Agung
·         Bunderan Senayan (transfer ke feeder 3 arah SCBD-Senayan)
·         Gelora Bung Karno
·         Polda Metro
·         Bendungan Hilir (transfer ke kor 9 arah Pinang Ranti/PGC/Pluit)
·         Karet
·         Setiabudi
·         Dukuh Atas (transfer ke kor 4 arah Pulogadung/TU Gas, dan kor 6 arah Ragunan)
·         Tosari
·         Bunderan HI
·         Sarinah
·         Bank Indonesia
·         Monumen Nasional (transfer ke kor 2 arah Pulogadung, dan feeder 2 arah Tanah Abang)
·         Harmoni (transfer ke kor 2 arah Pulogadung, kor 3 arah Kalideres/Pasar Baru, dan kor 8 arah Lebak Bulus)
·         Sawah Besar
·         Mangga Besar
·         Olimo
·         Glodok
·         Stasiun Kota

Kamis, 23 Juni 2011

Kebijakan Samudra

Inilah kehidupan Ombak, terbentuk dari ayah yang asin(laut) dan ibu yang lembut (angin). setiap hari bermain di tengah-tengah lautan. Namun semua pun tahu bahwa hidup mereka sangatlah singkat. hanya ada 3 hal yang akan dijumpainya:
1. kapal yang memecah belah lautan kepada kondisi ini sang ombak merasa bangga. Karena dengan pengorbanannyalah anak adam sampai ke tujuannya dan dengan Kasih Rabbnya kapal dapat berjalan melewati mayat-mayat ombak sehingga bisa melaju di laut.
2. Mereka yang hidupnya lebih lama sedikit dari kelompok pertama dan cenderung menghindari kapal, tak disadari bahwa ia begitu terkejut ketika melihat karang. Merekalah golongan yang mati mendadak dan hanya memberikan keteguhan bagi sang karang yang tetap berkuasa dengan gagah.
3. kelompok ketiga adalah yang begitu senangnya dengan lautan hingga dia selalu meminta ibunya agar dibawa dengan selamat untuk menghindari kedua cobaan itu. dengan keagungan ombaknya dia makin membesar dan membesar. hingga terjadi perbedaan kedalaman pantai dia mencapai ketinggian yang luar biasa. Namun, setelah itu dia mati menjadi buih-buih yang hanya mampu menyeret beberapa pasir.

Sifat keberanian manusia mungkin tak sekonsisten ombak. Namun, bagi mereka yang menganggap menjadi ombak ketiga dan hanya memberi kesenangan sesaat. tak akan ada yang mampu mengenangnya. Jadilah ombak yang pertama yang membantu perintah Tuhannya untuk menyebrangkan anak adam sampai di lautan. "Dan Kamilah yang menggerakkan kapal-kapal di lautan".

Senin, 28 Februari 2011

Zaid bin Haritsah


ZAID BIN HARITSAH
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri melepas balatentara Islam yang akan berangkat menuju medan perang Muktah, melawan orang-orang Romawi. Beliau mengumumkan tiga nama yang akan memegang pimpinan dalam pasukan secara berurutan, sabdanya:
"Kalian semua berada di bawah pimpinan Zaid bin Haritsah! Seandainya ia tewas, pimpinan akan liambil alih oleh Ja'far bin Abi Thalib; dan seandainya Ja'far tewas pula, maka komando hendaklah dipegang oleh Abdullah ibnul Ra wahah ".
Siapakah Zaid bin Haritsah itu? Bagaimanakah orangnya? Siapakah pribadi yang bergelar "Pencinta Rasulullah ltu"'
Tampang dan perawakannya biasa saja, pendek dengan kulit coklat kemerah-merahan, dan hidung yang agak pesek. Demikian yang dilukiskan oleh ahli sejarah dan riwayat. Tetapi sejarah hidupnya hebat dan besar.
Sudah lama sekali Su'da isteri Haritsah berniat hendak berziarah ke kaum keluarganya di kampung Bani Ma'an. Ia sudah gelisah dan seakan-akan tak shabar lagi menunggu waktu keberangkatannya. Pada suatu pagi yang cerah, suaminya ialah ayah Zaid, mempersiapkan kendaraan dan perbekalan untuk keperluan itu. Kelihatan Su'da sedang menggendong anaknya yang masih kecil, Zaid bin Haritsah. Di waktu ia akan menitipkan isteri  dan  anaknya  kepada  rombongan  kafilah  yang  akan berangkat bersama dengan isterinya, dan ia harus menunaikan tugas pekerjaannya, menyelinaplah rasa sedih di hatinya, disertai perasaan aneh, menyuruh agar ia turut serta mendampingi anak dan isterinya. Akhirnya perasaan gundah itu hilang jua. Kafilah pun mulai bergerak memulai perjalanannya meninggalkan kampung itu, dan tibalah waktunya bagi Haritsah untuk mengucapkan selamat jalan bagi putera dan isterinya ....

contoh causal loop pada perikanan tangkap


SISTEM PERIKANAN TANGKAP DI WILAYAH PALABUHANRATU

7.1  Analisis kebutuhan
       Analisis kebutuhan adalah langkah awal dalam menentukan kebutuhan dari komponen-komponen sistem yang ada. Hal ini dapat dipergunakan untuk merancang model sistem seperti diagram sebab akibat dan lain-lain. Banyaknya pelaku sistem pada alat tangkap ini menjadikan aspek analisis terlalu luas. Oleh karena itu analisis kebutuhan pelaku sistem di Palabuanratu hanya dibagi  enam pelaku, yakni nelayan tuna longline, pedagang domestik, eksportir, sumber daya tuna itu sendiri, nelayan non-tuna longline khususnya nelayan pancing rumpon, dan instansi pemerintah yang dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel.1 Kebutuhan pelaku sistem
Pelaku Sistem
Kebutuhan Pelaku Sistem
1.      Nelayan
§  Informasi DPI tuna
§  Informasi stok tuna di Pelabuhan
§  Informasi fasilitas dan akses pemasaran Pelabuha
§  Perizinan usaha
  1. Pedagang/ pengolah domestik
§  Informasi jumlah tuna non-ekspor
§  Informasi daya beli masyarkat Palabuanratu
§  Akses jalan dan fasilitas Palabuanratu
  1. Eksportir
§  Informasi kualitas tuna dari nelayan
  1. Sumber daya Tuna
§  Siklus hidup
§  Ruaya bebas
5.      Nelayan non-Tuna Longline
§  Penggunanan rumpon nelayan tuna longline di Palabuanratu tidak banyak
6.      Instansi Pemerintah
§  Data hasil tangkapan tuna
§  Perapihan sistem penangkapan/ pemberian izin, dll.
§  Pendapatan daerah dan nasional meningkat

7.2 Formulasi masalah
Pada usaha penangkapan dengan Tuna Longline di Palabuhanratu terdapat tiga permasalahan utama melalui observasi ke salah satu stakeholder, yakni nelayan tuna longline itu sendiri. Permasalahan itu antara lain:
1)      Penurunan jumlah tangkapan tuna kualitas ekspor dari segi panjang dan bobot tubuh. Hal ini terjadi karena di daerah tersbut menggunakan pancing yang memiliki karakteristik swimming layer rendah atau dangkal.
2)      Kualitas mutu tuna dari alat penangkapan ikan yang masih belum dilengkapi dengan SSOP, HACCP, dan GMP.
3)      Daerah penangkapan ikan di Palabuanratu di sekitar rumpon yang menyebabkan persaingan dengan nelyan non-tuna longline.
Khusus permasalahn terakhir kasus seperti ini sesekali terjadi, namun tidak mendominasi. Wilayah DPI tuna longline sendiri bahkan mencapai perairan barat Sumatra.

7.3 Identifikasi sistem
v  Diagram lingkar sebab-akibat sistem usaha penangkapan drift gillnet
Diagram sebab akibat merupakan penjelasan sederhana dari sistem perikanan yang menjelaskan tentang hubungan dari sub-sub sistem yang ada. Sumber daya alam merupakan sub sistem utama yang sangat berpengaruh terhadap sub-sub sistem yang lain.















 








Gambar 12. Diagram sebab akibat

            Terlihat pada gambar diagram sebab akibat bahwa terdapat 3 loop besar dalam sistem perikanan tuna longline di Palabuanratu. Ketiga loop itu terlihat dapat dikelompokkan menjadi subsistem pemerintah, subsistem nelayan tuna longline dan subsistem pemanfaatan rumpon. Di sebelah kiri diagram, yakni subsistem pemrintah menunjukkan hubungan yang positif terhadap seluruh komponen sistemn penangkapan tuna longline. Di sisi tengah loop, yakni subsistem nelayan tuna longline itu sendiri juga menunjukkan hubungan yang positif.  Hal yang terakhir juga menunjukkan yang sama pada kelompok subsistem pemanfaatan rumpon Palabuan ratu.
            Diagram sebab akibat ini tidak sepenuhnya menggambarkan kondisi sesungguhnya pada usaha penangkapan ikan tuna longline di Palabuanratu. Namun, terlihat bahwa pada sistem yang stabil dari tuna longline ini akan memberikan dampak yang cukup besar bagi perkembangan/tuna longline di masa yang akan datang.
 







DAFTAR PUSTAKA

Hartati K. 1996. Studi Tentang Pengembangan Perikanan Tangkap di Desa Muara Ciasem Kabupaten Subang. [Skripsi] (Tidak dipublikasikan). Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Khaerudin A. 2006. Proporsi Hasil Tangkapan Jaring Arad (Mini Trawl) yang Berbasis di Pesisir Utara, Kota Cirebon. [Skripsi] (Tidak dipublikasikan). Bogor: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor.
Peraturan Pemerintah RI No 51 Tahun 2002 Tentang Perkapalan. [http://hukum.unsrat.ac.id/pp/pp_51_2002.pdf][ 20 Agustus 2010].
Soekarsono, N.A . 1995. Pengantar Bangunan Kapal dan Ilmu Kemaritiman.  Jakarta: PT Pamator Pesindo.
Subani W dan HR Barus. 1989. Alat Penangkapan Ikan dan Udang Laut di Indonesia. Jurnal Penelitian Perikanan Laut No. 50 Tahun 1988/1989. Jakarta: Departemen Pertanian, Balai Penelitian Perikanan Laut.

Undang-undang nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan.
Undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan.